Hallo sobat setia Saddam Ali, sang Pendekar Digital 😀 hehe, oke kali ini kita bahas yang ringan-ringan saja sekaligus nostalgia tentang dunia perkuliahan, yakni mengenai SKS dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Kita akan membahas mengenai apa itu SKS, apa itu IPK, bagaimana cara menghitung IPK, berapa sih IPK yang bagus itu, berapa nilai IPK tertinggi, dan sebagainya. Oke, kita mulai saja pembahasannya.

Thumbnail SaddamAli.com

Apa Itu SKS dan Cara Menghitung IPK

Apa itu SKS?

SKS adalah kepanjangan dari Satuan Kredit Semester atau bobot dari masing masing mata kuliah. Dalam perkuliahan, terdapat bobot SKS yang berbeda beda, dimulai dari bobot 1 SKS, 2 SKS, 3 SKS hingga 6 SKS (biasanya skripsi atau praktikum).

Dalam satu semester, kebijakan kampus membatasi mahasiswanya untuk mengambil SKS maksimal sebanyak 24 SKS.

Total SKS yang harus ditempuh untuk mendapatkan gelar sarjana, minimalnya dan umumnya adalah 144. Jadi sederhananya, SKS adalah parameter yang terhitung untuk memantau perjalanan studi perkuliahanmu.

 

Tentang Nilai Akhir

Sebelum kita mulai bahasan IPK, kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai nilai akhir.

Nilai akhir tiap mata kuliah yang diperoleh mahasiswa biasanya memiliki 2 bentuk, yakni huruf mutu dan angka mutu. Untuk lebih jelas, lihat tabel berikut

Huruf Mutu (HM) |  Angka Mutu (AM)

A         4
B         3
C         2
D         1
E          0

Penting untuk mengetahui angka mutu tersebut agar mudah menghitung IPK. Tiap kampus mungkin memiliki angka mutu yang berbeda, jadi sesuaikanlah saja dengan kampus Anda.

 

NOTES :
Tiap kampus memiliki angka mutu yang berbeda, jadi sesuaikanlah dengan kampus Anda.

 

IP Saddam Semester 1

IP Saddam Semester 1

Untuk contoh bisa lihat pada foto di atas, itu adalah nilai saya saat semester 1. Bisa dilihat SKS yang saya ambil sebanyak 22 SKS, dengan angka mutu 82.

Jika dilihat, 16 SKS saya memiliki nilai A

6 SKS lainnya mendapat nilai B.

16 SKS x 4 = 64
6 SKS x 3 = 18
Total Angka Mutu = 82

 

Apa itu IP (Indeks Prestasi)?

Sebelum bahas IPK, sebaiknya kita tahu terlebih dahulu mengenai Indeks Prestasi (IP). Indeks Prestasi adalah angka yang menunjukkan prestasi atau tingkat kemajuan belajar seorang mahasiswa dalam satu semester.

IP ini dihitung setiap akhir semester. Jadi saat Anda selesai ujian di semester 3, maka nilai akhir di semester 3 itulah IP Anda.

Jadi IP ini hanyalah nilai akhir tiap semester Anda. Nilai akhir di semester 3 Anda adalah 3,78 maka nilai IP Anda di semester 3 adalah 3,78.

Saat nilai akhir di semester 4 Anda adalah 3,22 maka nilai IP Anda di semester 4 adalah 3,22. Begitu pun seterusnya.

 

Bagaimana Cara Menghitung IP?

Rumus Menghitung Indeks Prestasi

IP = ( Angka Mutu / SKS )

Disini, kita harus tahu terlebih dahulu AM / Angka Mutu dan SKS yang kita miliki.

Contoh Cara Menghitung IP :

IP Saddam

IP Saddam Semester 5

Silahkan lihat foto di atas, itu adalah nilai saya saat semester 5.

Saya mengambil 24 SKS.
16 SKS = Nilai A.
16 SKS = Nilai B.

Jika menggunakan rumus nilai mutu di Unpad, maka angka mutu A = 4 dan B = 3

Jadi,

12 x 4 (untuk nilai A) = 48
12 x 3 (untuk nilai B) = 36
Total angka mutu = 84

 

Berapa nilai IP saya?

Rumus Menghitung Indeks Prestasi

IP = ( Angka Mutu / SKS )
IP = 84 / 24 = 3,5

 

Apa Itu IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)?

IPK adalah angka yang menunjukan kemajuan belajar / prestasi belajar mahasiswa secara kumulatif (menyeluruh) dari semester awal sampai dengan semester terakhir yang telah ditempuh.

Kapan IPK Muncul?
IPK ini dihitung pada tiap tiap akhir semester.

 

Bagaimana Cara Menghitung IPK?

Rumus Menghitung IPK :
IPK = Jumlah (Angka Mutu / SKS) dari seluruh semester yang ditempuh

Contoh Cara Menghitung IPK

Disini Anda harus paham dan mengetahui terlebih dahulu berapa jumlah angka mutu dan jumlah SKS yang telah Anda tempuh.

IPK Saddam

IPK Saddam Ali

Untuk contoh, silahkan lihat foto di atas. Foto tersebut adalah nilai akhir IPK saya saat berkuliah di Unpad.
Jumlah SKS yang telah saya tempuh adalah 145 SKS, angka mutunya adalah 521.

Jadi untuk IPK nya adalah :

Rumus :
IPK = Jumlah (Angka Mutu / SKS) dari seluruh semester yang ditempuh

IPK = Angka Mutu / SKS
IPK = 521 / 145
IPK = 3,59

Jadi IPK terakhir saya sampai lulus adalah 3,59.

 

Nilai IP dan IPK sebagai Evaluasi Hasil Belajar.

Saat di SMA / SMK mungkin Anda pernah mengalami Tugas / Kuis, praktikum, UTS dan UAS. Setelah itu keluar nilai rata-rata hasil ujian Anda.

Nah, itu pun sama dengan di masa perkuliahan. Tugas / Kuis, praktikum, UTS dan UAS adalah bahan evaluasi hasil belajar Anda setiap semesternya.

Bobot nilainya pun bervariasi bergantung pada dosen pengampu yang mengajar mata kuliah yang Anda ikuti. Jadi lakukan lah yang terbaik setiap ada penilaian dari dosen tersebut.

Berapakah Nilai IPK Tertinggi?

IPK ini memiliki rentang dari 0-4,00

Jadi untuk nilai IP maupun nilai IPK tertinggi adalah 4,00.

Bisa dikatakan, orang dengan nilai IPK 4,00 adalah orang yang memiliki ambisi sangat tinggi, tanggung jawab terhadap pendidikan yang sangat totalitas, dan saya sering sebut mereka yang memiliki IPK 4,00 adalah “Orang Gila” hehe.

Ya, mereka orang yang gila pintarnya karena saya tidak mendapatkan nilai tersebut 😀

Berapa Nilai IPK yang Bagus?

Tergantung, jika Anda perfeksionis, mungkin cumlaude saja tidak cukup, mungkin Anda menargetkan IPK 4,00. Tapi jika Anda orang yang cuek, maka berapapun nilainya tetap bagus asal di atas 3,00.

Dalam dunia kerja, biasanya nilai minimal untuk melamar kerja adalah IPK 3,00. Jadi, kita pukul rata saja yah, IPK yang bagus adalah mereka yang mendapatkan nilai IPK di atas 3,00.

Berapa Nilai Harus Mengulang?

Tergantung tujuan Anda. Jika Anda rasa nilai yang Anda miliki masih kurang, maka bisa Anda ulang.
Namun biasanya orang yang mengulang adalah dengan nilai di bawah 2,75 atau di bawah 3,00 atau 3,25.

Mengapa berbeda? Karena ada pekerjaan yang memiliki kriteria tertentu yakni nilai IPK minimal.

Untuk dari kampus negeri, biasanya nilai IPK minimal untuk pencari kerja adalah 3,00.
Sedangkan untuk kampus swasta nilai IPK minimalnya adalah 3,25.

Jadi jika Anda di atas itu, maka tidak usah di ulang. Namun tetapi, jika Anda memiliki target tersendiri, yaaa silahkan untuk mengulang.

Case Study : Predikat Kelulusan di Unpad

Oke, kita bahas salah satu case study saya pribadi. Saya adalah alumni Universitas Padjadjaran, berkuliah di prodi Ilmu Komunikasi (Spesialis Manajemen Komunikasi), Fakultas Ilmu Komunikasi pada tahun 2014.

Di Universitas Padjadjaran sendiri memiliki nilai predikat tertentu. Kalau istilah awam ada yang bilang Cumlaude, sangat memuaskan, Summa Cumlaude, dsb.

Nah, adapun rentang IPK di Universitas Padjadjaran adalah sebagai berikut :

Predikat Kelulusan Program Sarjana, D3 dan D4

IPK 2,00 – 2,75 = Predikat Memuaskan
IPK 2,76 – 3,50 = Predikat Sangat Memuaskan
IPK 3,51 – 4,00 = Predikat Dengan Pujian (Cumlaude – Summa Cumlaude)

 

Predikat Kelulusan Program Profesi

IPK 2,75 – 2,99 = Predikat Memuaskan
IPK 3,00 – 3,50 = Predikat Sangat Memuaskan
IPK 3,51 – 4,00 = Predikat Dengan Pujian (Cumlaude – Summa Cumlaude)

 

Predikat Kelulusan Program Magister dan Program Spesialis I

IPK 2,75 – 3,40 = Predikat Memuaskan
IPK 3,41 – 3,70 = Predikat Sangat Memuaskan
IPK 3,71 – 4,00 = Predikat Dengan Pujian (Cumlaude – Summa Cumlaude)

 

Predikat Kelulusan Program Profesi

IPK 3,00 – 3,49 = Predikat Memuaskan
IPK 3,50 – 3,79 = Predikat Sangat Memuaskan
IPK 3,80 – 4,00 = Predikat Cumlaude

Catatan : Penetapan predikat kelulusan Dengan Pujian dilakukan dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu masa studi minimum (n) ditambah 1 tahun untuk program sarjana (n+1) dan 0,5 tahun untuk program magister (n+0,5). n = tahun

Data diambil dari :
https://www.unpad.ac.id/pembelajaran/penyelenggaraan-pendidikan/predikat-kelulusan/

 

Penutup

Itulah informasi mengenai SKS, IP dan IPK yang bisa saya share. Untuk informasi detailnya silahkan untuk mengunjungi website kampus masing masing, karena setiap kampus memiliki penilaian dan kriterianya tersendiri dalam menentukan angka mutu dan cara menghitung IPK nya.

Saya selalu mengatakan ini.

“Semua orang yang berkuliah, mereka memang bisa kuliah. Tapi tidak semuanya bisa lulus”

Jangan terlalu perfeksionis untuk mendapatkan nilai sempurna terus menerus, jangan terlalu idealis, karena yang terpenting adalah Anda bisa menyelesaikan study Anda dengan baik dan maksimal.

 

Semoga informasi tentang apa itu IPK dan bagaimana cara menghitung IPK ini bermanfaat, sampai jumpa di jurnal saya selanjutnya.

 

Regards,
Saddam Ali, S.I.Kom.
(Alumni Ilmu Komunikasi – Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran – Angkatan 2014)